
JAKARTA, KOMPAS.com – Empat rumah sakit di Malaysia berkolaborasi dalam program Rumah Sakit Wisata Medis Unggulan atau Flagship Medical Tourism Hospital yang digagas Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC), yakni lembaga yang berada di bawah naungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Malaysia.
Keempat rumah sakit tersebut adalah Subang Jaya Medical Centre (SJMC), Mahkota Medical Centre (MMC), Island Hospital (IH), dan Institut Jantung Negara (IJN).
Sebagai informasi, keempat rumah sakit itu dipilih berdasarkan seleksi serta kualifikasi ketat yang dilakukan Badan Akreditasi Medis Global atau IQVIA dan Joint Commission International (JCI).
Adapun empat rumah sakit tersebut dinilai unggul pada sejumlah aspek penilaian, seperti memiliki praktik dan pelayanan terbaik, standar tinggi dalam dunia medis, serta reputasi unggul dalam skala internasional selama tiga tahun terakhir.
Saat berbincang dengan Kompas.com melalui video konferensi pada Kamis (18/5/2023), Chief Executive Officer (CEO) SJMC Bryan Lin mengatakan bahwa program tersebut merupakan kesempatan besar bagi SJMC untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam mengembangkan industri pariwisata kesehatan (medical tourism) di negara tersebut.
“Kami percaya, kemampuan dan kualitas pelayanan berbiaya terjangkau di SJMC dapat menjadi pilihan perawatan kesehatan terbaik bagi pasien, termasuk pasien internasional,” ujar Bryan.
Sebagai informasi, Program Rumah Sakit Wisata Medis Unggulan mengusung tiga pilar utama, yakni medical excellence, service excellence, dan international branding.
Sejalan dengan tiga pilar tersebut, perwakilan dari MMC mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya dan berinovasi untuk menyediakan layanan terbaik bagi pasien.
“Kami memiliki sejumlah pusat perawatan unggul, mulai dari perawatan tulang dan sendi, hati, saraf, stroke, diabetes, lever, hingga trauma. Kami juga menghadirkan perawatan medis khusus untuk kanker. Tak hanya oleh pasien lokal, layanan ini telah dipercaya oleh pasien yang berasal dari luar negeri, seperti Indonesia, Vietnam, dan Singapura,” ujar CEO MMC Stanley Lam.
Untuk diketahui, MMC berada di lokasi strategis yang dekat dengan pusat perbelanjaan dan hotel. Letak rumah sakit ini juga tak jauh dari destinasi wisata, seperti River Cruising.
“Hal itu menjadikan MMC sebagai salah satu opsi terbaik untuk tujuan medical tourismI di Malaysia,” kata Stanley.
Dorong pertumbuhan wisatawan medis Malaysia
Seperti diketahui, Malaysia telah menjadi salah satu negara tujuan untuk melakukan perjalanan perawatan ataupun wisata bagi para wisatawan medis internasional, termasuk yang berasal dari Indonesia
Terbukti, sektor tersebut menjadi salah satu sektor unggulan selama pandemi Covid-19. Pada 2022, wisata medis Malaysia mencatatkan pertumbuhan hingga 76 persen jika dibandingkan 2019.
Sebagai program lima tahunan, Rumah Sakit Wisata Medis Unggulan diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan wisata medis di negara tersebut.
Melalui program itu, keempat rumah sakit flagship tersebut akan mendapatkan pembinaan serta penilaian secara berkala dari penasihat IQVIA dan JCI. Perspektif tersebut dapat menjadi acuan bagi rumah sakit untuk meningkatkan standar layanan kepada pasien.
Pada akhirnya, hal tersebut dapat memperkuat posisi Malaysia sebagai tujuan perawatan kesehatan yang aman dan tepercaya.
Deputy Group CEO IJN Dato Akmal Arief Mohamed Fauzi mengatakan, melalui pendampingan dalam program Rumah Sakit Wisata Medis Unggulan, pihaknya terus membangun kapabilitas dan kapasitas dalam berbagai aspek.
“Kami melakukan banyak pelatihan kepada tenaga profesional, mulai dari dokter hingga perawat. Semua dilakukan demi memberikan pelayanan kesehatan berkualitas kepada pasien,” ujar Akmal.
Untuk memberikan pelayanan terbaik, lanjut dia, IJN juga melakukan inovasi di berbagai bidang. Salah satunya adalah dengan melakukan digitalisasi.
Menurut Akmal, pandemi Covid-19 telah “memaksa” berbagai industri, termasuk kesehatan, untuk mengadopsi teknologi dalam semua aspek.
“Digitalisasi dan inisiatif lain dapat mendorong standar pelayanan kami. Pada akhirnya, hal ini akan menghadirkan peace of mind bagi pasien yang berobat ke Malaysia, khususnya ke IJN,” ucap Akmal.
Hal senada juga disampaikan Chief of Staff of Island Hospital Lim Kooi Ling. Menurut dia, kolaborasi empat rumah sakit flagship di Malaysia dapat berdampak besar bagi medical tourism di negara tersebut.
“Program tersebut diperkirakan bisa menghasilkan pendapatan sekitar 250-300 miliar dollar AS,” kata Kooi.
Dia melanjutkan, program Rumah Sakit Wisata Medis Unggulan tidak hanya akan memberikan dampak besar bagi sektor medis, tetapi juga seluruh ekosistem terkait.
“Sektor ekonomi serta pariwisata, seperti perhotelan, retail, dan transportasi juga akan merasakan dampaknya,” imbuh Kooi.
Source: Kompas.com
shahizam.f@mhtc.org.my
Muhammad Rasydan Ma’at
Asst. Manager, Communications
+603 8776 6168
rasydan.m@mhtc.org.my
Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC), established in 2009 under the purview of the Ministry of Health (MOH) Malaysia, is entrusted with developing and nurturing the “Malaysia Healthcare” brand. MHTC enhances, coordinates, and promotes Malaysia’s healthcare travel industry by fostering industry collaborations and building valuable public-private partnerships both domestically and internationally. With 80 member hospitals nationwide, MHTC continues to elevate the healthcare travel ecosystem through strong branding, seamless patient experiences, and strategic market initiatives. In line with these efforts, MHTC is spearheading the Malaysia Year of Medical Tourism (MYMT) 2026, the nation’s first dedicated year to celebrate and advance healthcare travel. MYMT 2026 serves as a milestone initiative to showcase Malaysia’s world-class healthcare offerings, strengthen its position as the premier global healthcare destination, and highlight the industry’s significant contribution to the national economy. More information can be found at https://www.mhtc.org.my/.
.png)